Memahami Pengertian Novelty, Research Gap, dan State of the Art dalam Riset

Bagi mahasiswa S2 dan S3, memahami tiga istilah ini sangat penting dalam menyusun proposal riset: Novelty, Research Gap, dan State of the Art. Ketiganya sering muncul dalam bimbingan, seminar proposal, hingga proses publikasi ke jurnal internasional.

Namun, tak sedikit yang masih bingung membedakan ketiganya. Artikel ini akan membahas secara sederhana namun lengkap agar kamu bisa menyusun riset dengan landasan yang kuat.

Apa Itu State of the Art?

State of the Art adalah kondisi terkini dari suatu bidang penelitian. Ini mencakup kumpulan teori, pendekatan, metode, dan hasil penelitian terbaru yang telah dilakukan oleh para peneliti sebelumnya.

Ketika kamu menulis latar belakang atau tinjauan pustaka, kamu sedang memaparkan state of the art. Tujuannya adalah menunjukkan bahwa kamu sudah memahami sejauh mana perkembangan topik yang akan kamu teliti.

Contoh:
Jika kamu ingin meneliti deteksi penyakit dari citra medis, maka kamu perlu menyajikan metode-metode terbaru yang telah digunakan seperti CNN, Transformer, atau metode hybrid lainnya.

Apa Itu Research Gap?

Research Gap adalah celah atau kekosongan dalam pengetahuan atau penelitian sebelumnya. Artinya, ada sesuatu yang belum diteliti, belum dijawab, atau belum tuntas dijelaskan oleh penelitian-penelitian yang sudah ada.

Menemukan research gap berarti kamu sudah membaca banyak literatur dan menemukan “lubang” yang bisa kamu isi dengan risetmu.

Jenis-jenis gap yang umum:

  • Metodologi yang belum pernah digunakan
  • Populasi yang belum pernah diteliti
  • Keterbatasan dari studi sebelumnya
  • Hasil penelitian yang bertentangan

Contoh:
“Sebagian besar penelitian hanya fokus pada akurasi model, namun belum banyak yang membahas kecepatan inferensi di perangkat mobile.”

Apa Itu Novelty?

Novelty adalah kontribusi baru yang ditawarkan oleh risetmu untuk mengisi gap tersebut. Jika research gap adalah masalah, maka novelty adalah solusi unik yang kamu tawarkan.

Novelty bisa berbentuk:

  • Pendekatan atau metode baru
  • Kombinasi baru dari metode lama
  • Penggunaan data yang unik
  • Perluasan dari hasil sebelumnya ke konteks baru

Contoh:
“Kami mengusulkan model segmentasi ringan berbasis MobileUNet dan Fuzzy Activation Function untuk meningkatkan efisiensi segmentasi citra luka diabetes di perangkat terbatas.”

  1. State of the Art adalah peta besar dari penelitian yang sudah ada.
  2. Research Gap adalah lubang atau celah yang kamu temukan dari peta itu.
  3. Novelty adalah jembatan atau kontribusi barumu untuk menutup celah tersebut.

Kesimpulan

Memahami dan membedakan state of the art, research gap, dan novelty adalah bekal penting dalam menyusun riset yang kuat dan layak publikasi. Jangan hanya berhenti pada ide yang “menarik”, tetapi pastikan juga bahwa ide tersebut punya dasar ilmiah, mengisi kekosongan penelitian, dan memberikan kontribusi yang jelas.

Kalau kamu masih bingung bagaimana cara mencari gap dan novelty dari topikmu, kunjungi https://risetmaster.id — platform cerdas yang membantumu menyusun riset dari awal hingga siap submit jurnal internasional.

Leave a Comment