Apakah ada jurnal Scopus yang gratis tanpa biaya publikasi? Bisakah mahasiswa S2, S3, atau dosen menerbitkan artikel ilmiah pada jurnal internasional tanpa harus membayar jutaan rupiah?
Pertanyaan tersebut sering muncul ketika peneliti mulai mencari jurnal untuk mempublikasikan hasil penelitiannya. Sebagian peneliti bahkan menganggap bahwa semua jurnal internasional terindeks Scopus selalu mengenakan biaya publikasi yang mahal.
Anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar.
Ada jurnal terindeks Scopus yang menyediakan jalur publikasi tanpa Article Processing Charge (APC). Sebagian menggunakan model subscription, sebagian menggunakan model diamond open access, dan sebagian lainnya menyediakan fasilitas pembebasan biaya berdasarkan persyaratan tertentu.
Akan tetapi, peneliti perlu memahami perbedaan antara jurnal yang benar-benar tidak mengenakan APC dan jurnal yang memberikan pembebasan APC secara terbatas.
Artikel ini menjelaskan jenis jurnal Scopus tanpa APC, cara menemukannya, dan aspek yang perlu diperiksa sebelum melakukan submission.
Apa Itu APC pada Jurnal Scopus?
Article Processing Charge atau APC merupakan biaya pemrosesan artikel yang umumnya dibebankan kepada penulis atau pihak yang mendanai publikasi agar artikel dapat diterbitkan secara open access.
Biaya tersebut digunakan oleh penerbit untuk mendukung berbagai kegiatan penerbitan, seperti pengelolaan proses editorial, produksi artikel, pengelolaan platform publikasi, dan penyediaan akses terhadap artikel.
Besarnya APC berbeda antarjurnal dan penerbit.
Hal yang perlu dipahami adalah bahwa Scopus tidak menetapkan biaya APC kepada penulis untuk menerbitkan artikel. Biaya publikasi ditentukan oleh jurnal atau penerbit sesuai dengan model bisnis dan kebijakan masing-masing.
Scopus sendiri merupakan basis data abstrak dan sitasi ilmiah yang dikelola Elsevier, bukan penerbit yang secara langsung menerima manuskrip untuk seluruh jurnal yang terindeks di dalamnya.
Apakah Ada Jurnal Scopus Gratis Tanpa APC?
Ya. Terdapat beberapa mekanisme yang memungkinkan artikel dipublikasikan tanpa membayar APC.
Secara umum, peneliti dapat mempertimbangkan tiga jalur berikut.
1. Jurnal Subscription atau Hybrid dengan Jalur Non-Open Access
Ini merupakan salah satu pilihan yang sering tidak diketahui oleh peneliti pemula.
Banyak jurnal internasional menggunakan model subscription, yaitu pembaca atau institusi berlangganan untuk mengakses konten publikasi.
Dalam model tersebut, penulis umumnya tidak diwajibkan membayar APC.
Jurnal hybrid memberikan pilihan kepada penulis untuk menerbitkan artikel melalui jalur open access berbayar atau melalui jalur subscription tanpa APC.
Sebagai contoh, Springer Nature menjelaskan bahwa penulis pada jurnal hybrid dapat memilih jalur subscription sehingga tidak dikenakan APC.
Elsevier juga menjelaskan bahwa penulis pada jurnal hybrid dapat memilih model subscription tanpa membayar APC.
Meski demikian, beberapa jurnal masih dapat mengenakan biaya lain, seperti page charges, biaya gambar berwarna, atau biaya tambahan tertentu.
Artinya, tanpa APC belum tentu sama dengan tanpa seluruh biaya penerbitan.
2. Jurnal Diamond Open Access
Diamond Open Access merupakan model publikasi yang memungkinkan pembaca mengakses artikel secara gratis dan penulis mempublikasikan artikelnya tanpa dikenakan APC.
Model ini sering dijalankan oleh perguruan tinggi, lembaga penelitian, asosiasi akademik, atau organisasi nirlaba dengan dukungan pendanaan institusional.
Pada model tersebut, biaya operasional penerbitan tidak dibebankan kepada penulis melalui APC.
Keunggulan diamond open access adalah artikel dapat diakses secara terbuka tanpa membebankan biaya pemrosesan artikel kepada penulis.
Akan tetapi, tidak semua jurnal diamond open access terindeks Scopus.
Peneliti tetap harus memverifikasi status pengindeksan jurnal melalui sumber resmi.
3. Jurnal Open Access dengan APC Waiver
Sebagian jurnal open access mengenakan APC, tetapi menyediakan kebijakan waiver atau pembebasan biaya untuk penulis tertentu.
Pembebasan biaya dapat bergantung pada negara, afiliasi, sumber pendanaan, perjanjian institusi, atau kebijakan penerbit.
Misalnya, sejumlah penerbit memiliki perjanjian open access dengan universitas atau konsorsium yang memungkinkan penulis memenuhi syarat menerbitkan artikel tanpa membayar APC secara langsung.
Peneliti perlu membedakan jurnal yang sejak awal tidak mengenakan APC dengan jurnal yang hanya membebaskan biaya bagi penulis yang memenuhi persyaratan.
Perbedaan Jurnal Gratis, Diamond Open Access, dan Hybrid
| Jenis jurnal | APC penulis | Akses pembaca |
|---|---|---|
| Diamond Open Access | Tidak ada | Gratis |
| Subscription | Umumnya tidak ada | Biasanya memerlukan langganan |
| Hybrid, jalur subscription | Tidak ada APC | Biasanya memerlukan langganan |
| Hybrid, jalur open access | Umumnya dikenakan APC | Gratis |
| Gold Open Access berbayar | Umumnya dikenakan APC | Gratis |
| Open Access dengan waiver penuh | APC dibebaskan bagi penulis yang memenuhi syarat | Gratis |
Perbedaan tersebut penting karena istilah free publication sering digunakan tanpa penjelasan yang memadai.
Bagi peneliti yang tidak memiliki anggaran publikasi, jurnal hybrid dengan pilihan subscription dapat menjadi alternatif yang relevan.
Bagaimana Cara Mencari Jurnal Scopus Gratis Tanpa APC?
Menemukan jurnal tanpa APC membutuhkan pemeriksaan terhadap dua hal yang berbeda, yaitu status pengindeksan Scopus dan kebijakan biaya publikasi.
Berikut langkah yang dapat dilakukan.
1. Tentukan Bidang Penelitian
Peneliti sebaiknya menentukan terlebih dahulu bidang keilmuan dan topik artikel yang akan dikirimkan.
Sebagai contoh, artikel mengenai deep learning untuk diagnosis penyakit dapat memiliki ruang lingkup pada bidang:
- Artificial Intelligence
- Computer Science Applications
- Biomedical Engineering
- Medical Informatics
- Health Informatics
Peneliti sebaiknya tidak memilih jurnal hanya karena jurnal tersebut gratis atau memiliki kuartil tertentu.
Kesesuaian topik dengan aims and scope tetap menjadi pertimbangan utama.
2. Cari Jurnal melalui Scopus Sources
Kunjungi halaman resmi:
Gunakan nama jurnal, kata kunci bidang keilmuan, atau informasi ISSN untuk mencari jurnal yang relevan.
Periksa kategori jurnal, penerbit, dan informasi cakupan indeksasi.
Jika menggunakan daftar sumber Scopus yang dapat diunduh, peneliti juga perlu memeriksa informasi jurnal yang sudah mengalami penghentian cakupan atau discontinued coverage.
3. Kunjungi Website Resmi Jurnal
Setelah menemukan jurnal yang sesuai, kunjungi website penerbit.
Cari bagian yang menjelaskan biaya dan kebijakan publikasi.
Informasi tersebut sering ditemukan pada halaman:
- Guide for Authors
- Author Guidelines
- Open Access Options
- Article Publishing Charges
- Fees and Funding
- Publication Charges
Jangan hanya mengandalkan informasi biaya yang ditemukan pada blog atau daftar jurnal yang tidak mencantumkan sumber resmi.
4. Periksa Apakah Tersedia Subscription Option
Jika jurnal menggunakan model hybrid, cari penjelasan mengenai pilihan subscription publication atau non-open access publication.
Pilihan tersebut dapat memungkinkan penulis menerbitkan artikel tanpa membayar APC.
Pada beberapa penerbit, pilihan model publikasi baru dikonfirmasi setelah manuskrip diterima.
Peneliti tetap perlu memeriksa apakah terdapat biaya administratif, biaya halaman, atau biaya tambahan lainnya.
5. Gunakan DOAJ untuk Mencari Jurnal Open Access
Peneliti juga dapat menggunakan Directory of Open Access Journals atau DOAJ:
DOAJ menyediakan informasi mengenai jurnal open access, termasuk kebijakan biaya publikasi yang dilaporkan.
Peneliti dapat mencari jurnal yang tidak mengenakan biaya pemrosesan artikel.
Akan tetapi, keberadaan jurnal dalam DOAJ tidak berarti jurnal tersebut otomatis terindeks Scopus.
Status indeksasi harus diperiksa secara terpisah.
Apakah Jurnal Scopus Q1 dan Q2 Bisa Gratis?
Bisa.
Kuartil Q1, Q2, Q3, dan Q4 merupakan indikator posisi relatif jurnal berdasarkan metrik bibliometrik dan kategori bidang keilmuan tertentu.
Kuartil tersebut bukan klasifikasi biaya publikasi.
Jurnal Q1 dapat menyediakan jalur subscription tanpa APC. Sebaliknya, jurnal Q3 atau Q4 dapat menggunakan model open access dengan APC.
Dengan demikian, peneliti tidak dapat menyimpulkan besarnya biaya publikasi hanya berdasarkan kuartil jurnal.
Hal yang perlu diperiksa adalah kebijakan penerbitan dan model akses yang tersedia pada jurnal tujuan.
Apakah Jurnal Elsevier dan Springer Bisa Gratis?
Ya, terdapat jurnal dari Elsevier dan Springer Nature yang menyediakan jalur publikasi tanpa APC.
Pada model hybrid, penulis dapat memilih jalur subscription sesuai kebijakan jurnal.
Elsevier menyatakan bahwa publikasi dengan model subscription pada jurnal hybrid dapat dilakukan tanpa APC.
Springer Nature juga menjelaskan bahwa pada sebagian besar jurnal subscription, penulis tidak dikenakan biaya publikasi, meskipun biaya tambahan tertentu tetap mungkin berlaku.
Informasi resmi dapat ditemukan melalui:
Elsevier: https://www.elsevier.com/about/policies-and-standards/pricing
Springer Nature: https://support.springernature.com/en/support/solutions/articles/6000084580-costs-of-publishing-in-springer-nature-journal
Peneliti sebaiknya membaca kebijakan pada jurnal tertentu karena tidak semua jurnal dalam satu penerbit memiliki skema biaya yang sama.
Apakah Jurnal Scopus Gratis Lebih Sulit Ditembus?
Tidak ada dasar untuk menyimpulkan bahwa seluruh jurnal tanpa APC selalu lebih sulit menerima artikel dibandingkan jurnal berbayar.
Tingkat selektivitas jurnal dipengaruhi oleh kebijakan editorial, jumlah manuskrip yang diterima, prioritas bidang keilmuan, kualitas penelitian, dan kapasitas penerbitan.
Jurnal yang tidak mengenakan APC tetap dapat memiliki proses peer review yang ketat.
Sebaliknya, pembayaran APC pada jurnal open access yang kredibel tidak menjamin sebuah manuskrip akan diterima.
Editor dan reviewer tetap mengevaluasi kontribusi ilmiah, metodologi, kualitas analisis, serta kesesuaian artikel dengan ruang lingkup jurnal.
Karena itu, persiapan manuskrip tidak boleh hanya berfokus pada pemilihan jurnal gratis.
Kesalahan yang Perlu Dihindari ketika Mencari Jurnal Scopus Gratis
Salah satu kesalahan yang sering dilakukan peneliti adalah menggunakan daftar jurnal gratis yang sudah lama tidak diperbarui.
Kebijakan biaya dan status pengindeksan dapat berubah.
Jurnal yang sebelumnya tidak mengenakan APC dapat menerapkan biaya baru. Jurnal yang sebelumnya terindeks Scopus juga dapat mengalami perubahan status cakupan.
Kesalahan lainnya adalah menyamakan open access dengan publikasi gratis.
Artikel open access dapat dibaca tanpa biaya, tetapi penerbit mungkin mengenakan APC kepada penulis.
Peneliti juga perlu berhati-hati terhadap layanan yang menjanjikan publikasi Scopus dengan kepastian acceptance.
Tidak ada pihak eksternal yang dapat menjamin penerimaan manuskrip pada jurnal ilmiah yang menjalankan evaluasi editorial independen.
Bagaimana Meningkatkan Kesiapan Artikel untuk Jurnal Scopus Tanpa APC?
Proses pemilihan jurnal sebaiknya dimulai dari kualitas dan karakteristik penelitian.
Peneliti perlu menjelaskan masalah ilmiah yang ingin diselesaikan, mengidentifikasi keterbatasan penelitian terdahulu, serta merumuskan kontribusi yang dihasilkan.
Dalam penilaian manuskrip, editor tidak hanya melihat kompleksitas metode penelitian.
Kekuatan argumentasi research gap, kejelasan novelty, ketepatan metodologi, serta kemampuan penulis menjelaskan implikasi temuan merupakan aspek yang tidak kalah penting.
Peneliti juga sebaiknya mempelajari beberapa artikel terbaru dari jurnal tujuan untuk memahami karakteristik masalah penelitian, metodologi, dan kontribusi yang dianggap relevan oleh jurnal tersebut.
Pendekatan ini membantu peneliti menentukan jurnal berdasarkan kesesuaian ilmiah, bukan sekadar kuartil atau biaya publikasi.
Butuh Pendampingan Menemukan Novelty dan Menyiapkan Artikel Scopus?
Menemukan jurnal Scopus tanpa APC merupakan salah satu tahap dalam perencanaan publikasi. Tantangan berikutnya adalah memastikan bahwa manuskrip memiliki kualitas ilmiah yang sesuai dengan jurnal tujuan.
RisetMaster.ID menyediakan program kelas dan pendampingan untuk mahasiswa S2, S3, dosen, dan peneliti yang ingin mengembangkan research gap, merumuskan novelty, serta mempersiapkan artikel ilmiah untuk publikasi internasional.
Melalui pendampingan akademik, peneliti dapat mengevaluasi posisi penelitian terhadap literatur terdahulu dan mengidentifikasi aspek manuskrip yang masih perlu diperkuat.
Pelajari Program Kelas dan Pendampingan Novelty serta Artikel Scopus:
Pendampingan berfokus pada peningkatan kualitas dan kesiapan manuskrip. Keputusan penerimaan artikel tetap menjadi kewenangan editor dan reviewer jurnal.
FAQ: Pertanyaan tentang Jurnal Scopus Gratis
Apakah ada jurnal Scopus gratis tanpa biaya publikasi?
Ada. Sebagian jurnal menggunakan model subscription atau diamond open access yang tidak mengenakan APC. Beberapa jurnal hybrid juga menyediakan pilihan publikasi melalui jalur subscription tanpa APC.
Apakah jurnal Scopus Q1 ada yang tanpa APC?
Ada jurnal Q1 yang menggunakan model subscription atau hybrid dengan pilihan non-open access. Biaya harus diperiksa melalui kebijakan resmi jurnal.
Apakah jurnal Scopus Q3 dan Q4 pasti lebih murah?
Tidak. Kuartil jurnal tidak secara langsung menentukan besarnya biaya publikasi.
Apakah jurnal Elsevier semuanya berbayar?
Tidak. Elsevier memiliki berbagai model publikasi, termasuk model hybrid yang memungkinkan penulis memilih jalur subscription tanpa APC.
Apakah artikel gratis tetap bisa masuk Scopus?
Bisa. Pengindeksan Scopus berkaitan dengan cakupan sumber publikasi dan pemrosesan konten, bukan dengan kewajiban penulis membayar APC.
Apakah diamond open access sama dengan jurnal Scopus?
Tidak. Diamond open access merupakan model pendanaan dan akses publikasi, sedangkan Scopus merupakan basis data pengindeks. Sebuah jurnal diamond open access belum tentu tercakup dalam Scopus.
Bagaimana memastikan jurnal Scopus benar-benar gratis?
Periksa halaman biaya publikasi dan author guidelines pada website resmi jurnal. Pastikan pula apakah biaya halaman, biaya gambar, atau biaya lain berlaku.
Kesimpulan
Jurnal Scopus gratis tanpa APC memang tersedia, tetapi peneliti perlu memahami berbagai model publikasi yang digunakan oleh penerbit.
Jalur subscription, hybrid non-open access, dan diamond open access merupakan beberapa alternatif yang memungkinkan publikasi tanpa membayar APC.
Peneliti harus memeriksa status pengindeksan, kebijakan biaya, kesesuaian bidang ilmu, serta persyaratan penerbitan sebelum melakukan submission.
Pemilihan jurnal sebaiknya tidak hanya didasarkan pada biaya dan kuartil. Kualitas manuskrip, relevansi penelitian, dan kredibilitas proses editorial tetap menjadi pertimbangan utama.
Publikasi Scopus tidak selalu membutuhkan biaya yang besar. Akan tetapi, setiap publikasi ilmiah tetap membutuhkan penelitian yang dapat dipertanggungjawabkan.
