Under Review?
Pertanyaan tersebut sering muncul di kalangan mahasiswa S2, S3, dan dosen yang sedang mempersiapkan publikasi jurnal internasional. Sebagian peneliti membutuhkan publikasi untuk memenuhi persyaratan akademik, sedangkan peneliti lainnya sedang mengejar target luaran penelitian atau pengembangan karier.
Persoalannya, tidak semua peneliti memahami bahwa proses publikasi artikel melibatkan beberapa tahapan dengan durasi yang berbeda.
Proses publikasi pada jurnal terindeks Scopus dapat berlangsung beberapa bulan hingga lebih dari satu tahun. Durasi tersebut bergantung pada kebijakan jurnal, ketersediaan reviewer, kualitas manuskrip, kebutuhan revisi, dan proses produksi artikel.
Untuk memahaminya, kita perlu membedakan waktu sejak artikel dikirimkan, proses peer review, keputusan penerimaan, publikasi online, hingga artikel muncul dalam basis data Scopus.
Berapa Lama Rata-Rata Proses Publikasi Scopus?
Tidak ada satu durasi yang berlaku untuk semua jurnal terindeks Scopus.
Sebagai gambaran perencanaan, peneliti dapat menggunakan estimasi berikut.
| Tahapan | Estimasi waktu |
|---|---|
| Pemeriksaan awal editor | 1–4 minggu |
| Peer review pertama | 1–4 bulan |
| Revisi manuskrip oleh penulis | 2–8 minggu |
| Evaluasi revisi | 2–12 minggu |
| Produksi dan publikasi online setelah acceptance | 1–8 minggu |
| Pengindeksan artikel di Scopus setelah publikasi | Sekitar 2–3 minggu pada alur standar yang dilaporkan Elsevier |
Catatan: Rentang dalam tabel merupakan estimasi ilustratif untuk perencanaan, bukan statistik rata-rata seluruh jurnal Scopus. Proses aktual dapat berlangsung lebih singkat atau lebih lama. Rentang antarbaris juga tidak dapat langsung dijumlahkan sebagai kepastian durasi.
Springer Nature menjelaskan bahwa proses peer review untuk artikel penelitian penuh umumnya dapat berlangsung sekitar 3–6 bulan, bergantung pada ketersediaan reviewer dan karakteristik jurnal.
Sementara itu, Elsevier menyediakan informasi kecepatan editorial pada halaman jurnal tertentu sehingga peneliti dapat memeriksa indikator waktu berdasarkan data historis masing-masing jurnal.
Dengan demikian, peneliti sebaiknya tidak menentukan target publikasi hanya berdasarkan pengalaman seseorang atau promosi yang menjanjikan penerbitan dalam waktu tertentu.
1. Tahap Submission dan Pemeriksaan Awal Editor
Tahapan pertama dimulai ketika penulis mengirimkan manuskrip melalui sistem pengelolaan jurnal.
Pada tahap ini, editor melakukan pemeriksaan awal untuk menentukan apakah artikel layak diproses ke tahap peer review.
Beberapa aspek yang biasanya dipertimbangkan meliputi kesesuaian topik dengan aims and scope, relevansi kontribusi ilmiah, kualitas penulisan, kelengkapan administratif, dan kepatuhan terhadap ketentuan jurnal.
Hasil pemeriksaan awal dapat berupa keputusan penolakan atau kelanjutan manuskrip menuju proses evaluasi reviewer.
Penolakan pada tahap awal dikenal sebagai desk rejection.
Keputusan tersebut tidak selalu berarti penelitian memiliki kualitas yang buruk. Manuskrip dapat ditolak karena tidak sesuai dengan fokus jurnal, kontribusinya belum dianggap memadai, atau penyajian masalah ilmiahnya belum meyakinkan editor.
Mengapa Pemeriksaan Awal Bisa Lama?
Editor perlu mengelola banyak manuskrip dan menilai kecocokan setiap artikel dengan prioritas editorial jurnal.
Pada beberapa jurnal, pemeriksaan awal berlangsung relatif cepat. Pada jurnal lainnya, proses tersebut membutuhkan waktu lebih panjang.
Peneliti sebaiknya memeriksa informasi submission to first decision yang tersedia pada website jurnal.
Perlu diperhatikan bahwa first decision tidak selalu berarti manuskrip telah melewati pemeriksaan reviewer. Indikator tersebut dapat mencakup keputusan editorial awal.
2. Tahap Under Review: Mengapa Bisa Berbulan-bulan?
Setelah manuskrip dinyatakan layak untuk ditinjau lebih lanjut, editor akan mengundang reviewer yang memiliki kepakaran sesuai dengan topik penelitian.
Reviewer bertugas mengevaluasi validitas metodologi, relevansi masalah penelitian, kekuatan argumentasi, kualitas analisis, serta kontribusi ilmiah manuskrip.
Proses ini tidak selalu berjalan cepat.
Editor mungkin perlu mengundang beberapa calon reviewer sebelum memperoleh jumlah reviewer yang bersedia melakukan evaluasi.
Sebagian reviewer juga membutuhkan waktu tambahan karena memiliki tanggung jawab akademik lainnya.
Pada penelitian yang sangat spesifik, proses pencarian reviewer dapat menjadi lebih sulit karena jumlah pakar yang relevan relatif terbatas.
Apakah Under Review Selama Tiga Bulan Itu Normal?
Status Under Review selama tiga bulan belum tentu menunjukkan adanya permasalahan.
Springer Nature menjelaskan bahwa proses peninjauan artikel penelitian dapat memerlukan waktu sekitar 3–6 bulan. Meski demikian, setiap jurnal memiliki karakteristik dan prosedur editorial yang berbeda.
Hal yang sebaiknya dilakukan penulis adalah membandingkan durasi aktual dengan indikator waktu review yang dipublikasikan jurnal.
Jika waktu tunggu telah jauh melampaui statistik jurnal, corresponding author dapat mengirimkan pertanyaan secara profesional kepada editor.
3. Tahap Major Revision dan Minor Revision
Setelah reviewer menyelesaikan evaluasi, editor dapat meminta penulis memperbaiki manuskrip.
Dua keputusan yang umum ditemukan adalah Major Revision dan Minor Revision.
Major Revision
Major Revision menunjukkan bahwa manuskrip memerlukan perbaikan substansial.
Reviewer mungkin meminta penulis memperkuat argumentasi research gap, menambahkan eksperimen, memperbaiki prosedur analisis, atau meninjau kembali kesimpulan yang belum didukung bukti memadai.
Pada tahap ini, waktu yang dibutuhkan sangat bergantung pada jenis revisi.
Perubahan narasi dan perbaikan penjelasan metodologi mungkin dapat diselesaikan relatif cepat. Sebaliknya, permintaan pengumpulan data tambahan atau pelaksanaan eksperimen baru dapat membutuhkan waktu lebih panjang.
Minor Revision
Minor Revision biasanya berkaitan dengan perbaikan yang lebih terbatas.
Perbaikan dapat berupa penajaman pembahasan, klarifikasi prosedur penelitian, penyempurnaan gambar, atau penyesuaian struktur penulisan.
Walaupun disebut minor, keputusan ini belum sama dengan penerimaan artikel.
Penulis tetap harus menyelesaikan perbaikan sesuai instruksi editor dan reviewer.
4. Tahap Re-Review: Mengapa Artikel Kembali Under Review?
Salah satu hal yang sering membuat peneliti bingung adalah perubahan status manuskrip dari Revision Submitted menjadi Under Review.
Kondisi tersebut dapat terjadi karena editor mengirimkan manuskrip yang telah direvisi kepada reviewer sebelumnya untuk dievaluasi kembali.
Reviewer kemudian memeriksa apakah penulis telah memberikan tanggapan dan perbaikan yang memadai.
Dalam beberapa situasi, editor dapat mengambil keputusan berdasarkan evaluasinya sendiri tanpa mengirimkan artikel kembali kepada reviewer.
Mekanisme tersebut bergantung pada kebijakan jurnal dan kompleksitas revisi.
Peneliti perlu memahami bahwa satu putaran revisi tidak selalu cukup. Artikel dapat menjalani beberapa putaran revisi sebelum memperoleh keputusan akhir.
Oleh karena itu, kualitas response to reviewers menjadi bagian penting dalam proses publikasi.
Tanggapan yang baik harus menjelaskan perubahan secara spesifik, menunjukkan lokasi revisi pada manuskrip, dan menyampaikan alasan ilmiah ketika penulis memiliki pandangan berbeda dengan reviewer.
5. Tahap Acceptance: Apakah Artikel Sudah Terbit?
Ketika editor memberikan keputusan Accepted, manuskrip telah diterima untuk dipublikasikan oleh jurnal.
Akan tetapi, status accepted tidak selalu berarti artikel sudah tersedia secara online.
Artikel yang diterima biasanya masih melalui proses produksi, seperti penyusunan tata letak, pemeriksaan metadata, penyesuaian format, dan proofreading akhir.
Pada tahap proof, penulis biasanya diminta memeriksa versi artikel yang telah disiapkan penerbit.
Pemeriksaan tersebut mencakup nama penulis, afiliasi, tabel, gambar, persamaan, dan kesalahan teknis lainnya.
Setelah tahapan produksi selesai, artikel dapat diterbitkan secara online berdasarkan kebijakan penerbit.
Dengan demikian, terdapat perbedaan antara:
- Accepted: Manuskrip telah diterima jurnal.
- Published Online: Artikel telah tersedia melalui platform penerbit.
- Indexed in Scopus: Rekaman artikel telah tersedia dalam basis data Scopus.
Ketiga status tersebut tidak boleh dianggap sebagai hal yang sama.
6. Berapa Lama Artikel Muncul di Scopus Setelah Terbit?
Artikel yang telah diterbitkan pada website jurnal belum tentu langsung muncul di Scopus pada hari yang sama.
Scopus perlu menerima dan mengolah informasi publikasi dari penerbit sebelum artikel tersedia dalam basis datanya.
Dalam Scopus Content Coverage Guide, Elsevier melaporkan bahwa data artikel yang telah diindeks secara penuh rata-rata muncul sekitar 2–3 minggu setelah publikasi pada website penerbit untuk alur pemrosesan yang dijelaskan dalam dokumen tersebut.
Waktu aktual tetap dapat berbeda karena mekanisme pengiriman metadata dan pengolahan konten setiap penerbit tidak selalu sama.
Sejumlah artikel juga dapat muncul terlebih dahulu sebagai Article in Press apabila penerbit menyediakan data tersebut kepada Scopus.
Peneliti dapat memeriksa keberadaan artikel melalui:
Gunakan judul artikel, DOI, atau informasi penulis untuk melakukan pencarian.
Jika artikel belum ditemukan, peneliti perlu memeriksa status cakupan jurnal, tanggal publikasi, dan kemungkinan keterlambatan pemrosesan metadata.
7. Apakah Publikasi Scopus Bisa Selesai dalam Satu Bulan?
Secara teknis, proses publikasi yang sangat cepat dapat terjadi pada jurnal tertentu. Akan tetapi, durasi satu bulan dari submission hingga publikasi online bukanlah standar yang berlaku untuk seluruh jurnal terindeks Scopus.
Peneliti perlu berhati-hati terhadap pihak yang menjanjikan artikel pasti diterima dan terbit dalam waktu tertentu.
Proses editorial yang kredibel melibatkan penilaian ilmiah, dan hasilnya tidak dapat dijamin sebelum evaluasi selesai.
Kecepatan proses juga tidak secara otomatis menunjukkan bahwa suatu jurnal berkualitas rendah. Sebaliknya, proses yang berlangsung lama tidak selalu menandakan kualitas jurnal lebih tinggi.
Penilaian terhadap jurnal sebaiknya mencakup transparansi proses editorial, kredibilitas penerbit, relevansi bidang keilmuan, kebijakan etika publikasi, serta kejelasan mekanisme peer review.
8. Bagaimana Cara Mengetahui Kecepatan Publikasi Suatu Jurnal?
Sebelum mengirimkan manuskrip, peneliti dapat memeriksa metrik publikasi yang tersedia pada website jurnal.
Beberapa indikator yang perlu diperhatikan adalah:
| Indikator | Makna |
|---|---|
| Submission to First Decision | Waktu dari pengiriman manuskrip hingga keputusan editorial pertama |
| Submission to Acceptance | Waktu dari pengiriman manuskrip hingga keputusan diterima, dihitung berdasarkan artikel yang diterima |
| Acceptance to Publication | Waktu dari penerimaan hingga publikasi artikel |
| Review Time | Durasi proses peninjauan berdasarkan definisi metrik jurnal |
Indikator tersebut perlu ditafsirkan dengan hati-hati karena penerbit dapat menggunakan definisi dan metode perhitungan yang berbeda.
Sebagai contoh, jurnal Scientific Data dari Springer Nature melaporkan median 162 hari dari submission hingga acceptance pada halaman metrik jurnal yang tersedia ketika artikel ini disusun.
Angka tersebut menunjukkan bahwa waktu publikasi perlu diperiksa berdasarkan jurnal tujuan, bukan berdasarkan istilah Scopus secara umum.
Di Mana Metrik Publikasi Bisa Ditemukan?
Untuk jurnal Elsevier, peneliti dapat memeriksa bagian Journal Insights atau Journal Metrics.
Untuk jurnal Springer Nature, sejumlah informasi kecepatan editorial tersedia pada halaman jurnal atau bagian Journal Metrics.
Jika informasi tersebut tidak tersedia, peneliti dapat memeriksa riwayat tanggal received, revised, dan accepted pada artikel yang telah diterbitkan.
Cara terakhir hanya memberikan gambaran berdasarkan sampel artikel dan tidak dapat menggantikan statistik resmi jurnal.
9. Bagaimana Agar Proses Publikasi Tidak Terhambat?
Tidak semua faktor yang memengaruhi durasi publikasi berada dalam kendali penulis.
Penulis tidak dapat mengatur ketersediaan reviewer atau memastikan editor memberikan keputusan dalam jangka waktu tertentu.
Meskipun demikian, terdapat beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko hambatan.
Pertama, pilih jurnal yang memiliki ruang lingkup sesuai dengan penelitian. Ketidaksesuaian topik dapat menyebabkan penolakan awal dan membuat penulis harus mengulang proses pengiriman ke jurnal lain.
Kedua, periksa author guidelines sebelum melakukan submission. Persyaratan format, etika penelitian, pernyataan konflik kepentingan, dan kelengkapan dokumen perlu dipenuhi sejak awal.
Ketiga, evaluasi kekuatan research gap, novelty, kontribusi ilmiah, serta metodologi penelitian sebelum manuskrip dikirimkan.
Keempat, siapkan tanggapan revisi secara sistematis. Setiap komentar substantif reviewer sebaiknya dijawab dengan argumentasi dan bukti yang relevan.
Kelima, periksa indikator kecepatan editorial jurnal dan sesuaikan perencanaan akademik dengan informasi tersebut.
Langkah-langkah ini tidak menjamin artikel diterima atau dipublikasikan lebih cepat, tetapi dapat membantu penulis menghindari hambatan yang sebenarnya dapat dicegah.
10. Butuh Pendampingan untuk Mempersiapkan Artikel Scopus?
Salah satu cara untuk meningkatkan kesiapan manuskrip sebelum submission adalah melakukan evaluasi terhadap posisi penelitian dan kualitas argumentasi ilmiahnya.
Banyak peneliti telah menyelesaikan pengumpulan data atau eksperimen, tetapi masih mengalami kesulitan ketika harus menjelaskan research gap, merumuskan novelty, dan menunjukkan kontribusi penelitian terhadap literatur terdahulu.
RisetMaster.ID menyediakan program kelas dan pendampingan penelitian untuk mahasiswa S2, S3, dosen, dan peneliti yang ingin memperkuat kualitas manuskrip sebelum dikirimkan ke jurnal internasional.
Program ini berfokus pada pemahaman research gap, pengembangan novelty, evaluasi kontribusi ilmiah, dan persiapan artikel akademik.
Pelajari program Kelas dan Pendampingan Novelty serta Artikel Scopus di RisetMaster.ID:
Pendampingan tidak menjamin keputusan acceptance karena seluruh keputusan editorial tetap menjadi kewenangan jurnal.
FAQ: Pertanyaan tentang Lama Publikasi Scopus
Berapa lama artikel Scopus sampai accepted?
Durasi menuju acceptance dapat berlangsung beberapa bulan atau lebih lama, tergantung jurnal, reviewer, dan jumlah putaran revisi. Sebagai gambaran, Springer Nature menyebutkan bahwa peer review artikel penelitian penuh biasanya dapat berlangsung 3–6 bulan.
Apakah Under Review selama enam bulan itu wajar?
Kondisi tersebut dapat terjadi. Akan tetapi, penulis sebaiknya membandingkan waktu tunggu dengan statistik editorial jurnal. Jika jauh melebihi durasi yang biasa dilaporkan, corresponding author dapat menanyakan perkembangan manuskrip kepada editor.
Apakah Major Revision berarti artikel hampir diterima?
Tidak. Major Revision menunjukkan adanya kesempatan memperbaiki manuskrip. Keputusan akhir masih bergantung pada kualitas revisi dan evaluasi editor.
Apakah artikel yang sudah accepted otomatis masuk Scopus?
Tidak. Status accepted merupakan keputusan editorial jurnal, sedangkan indeksasi Scopus merupakan proses pencatatan publikasi dalam basis data. Status cakupan jurnal dan artikel tetap perlu diverifikasi.
Apakah artikel bisa muncul di Scopus sebelum masuk volume dan nomor?
Bisa, pada jurnal yang mendukung publikasi awal dan pemrosesan Article in Press. Ketersediaannya bergantung pada kebijakan penerbit serta pengolahan data di Scopus.
Apakah jurnal Scopus Q1 lebih lama proses review-nya daripada Q4?
Tidak selalu. Kuartil merupakan indikator posisi bibliometrik jurnal, bukan ukuran langsung kecepatan proses editorial. Jurnal Q1 dapat memiliki proses yang lebih cepat daripada jurnal Q4, maupun sebaliknya.
Kesimpulan
Lama proses publikasi pada jurnal terindeks Scopus tidak dapat ditentukan menggunakan satu angka untuk semua jurnal. Setiap manuskrip melewati proses editorial dengan karakteristik dan durasi yang berbeda.
Peneliti perlu membedakan tahap submission, peer review, revision, acceptance, publikasi online, dan indeksasi Scopus. Pemahaman terhadap setiap tahapan tersebut dapat membantu peneliti menyusun rencana publikasi yang lebih realistis.
Bagi mahasiswa S2, S3, dan dosen yang memiliki target publikasi, persiapan manuskrip sebaiknya dilakukan jauh sebelum tenggat administratif.
Publikasi ilmiah bukan hanya persoalan seberapa cepat artikel dapat diterbitkan, tetapi juga seberapa kuat penelitian tersebut mampu dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
