PRISMA 2025: Panduan SLR/Scoping Review Langkah demi Langkah

Systematic Literature Review (SLR) dan Scoping Review menjadi metode penelitian populer dalam bidang kesehatan, ilmu sosial, hingga ilmu komputer. Untuk menjaga transparansi dan kualitas, panduan PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses) terus diperbarui. Versi terbaru, PRISMA 2025, menghadirkan beberapa pembaruan pada struktur checklist dan alur pelaporan.

Artikel ini menyajikan panduan langkah demi langkah menggunakan PRISMA 2025 untuk SLR maupun Scoping Review, termasuk flow diagram, checklist, dan strategi menghindari kesalahan umum.


Apa Itu PRISMA 2025?

  • PRISMA adalah standar pelaporan internasional untuk review sistematis.
  • Versi 2025 memperkuat aspek transparansi, reproduksibilitas, dan aksesibilitas data.
  • Fokus pada integrasi teknologi (registrasi protokol, data sharing, AI-assisted screening).

Kelebihan PRISMA 2025:

  • Checklist lebih detail (27 item → 33 item).
  • Dukungan untuk scoping review.
  • Penekanan pada data availability statement.
  • Visualisasi flow diagram lebih adaptif.

Langkah-Langkah Menggunakan PRISMA 2025

1. Rumuskan Pertanyaan Riset (PICO/SPIDER)

  • PICO: Population, Intervention, Comparison, Outcome → untuk SLR kuantitatif.
  • SPIDER: Sample, Phenomenon of Interest, Design, Evaluation, Research type → untuk review kualitatif.

2. Registrasi Protokol

  • Daftarkan di PROSPERO atau repositori institusi.
  • Sertakan kriteria inklusi–eksklusi, strategi pencarian, dan metode analisis.

3. Strategi Pencarian

  • Gunakan 3–5 database utama (Scopus, PubMed, Web of Science, IEEE Xplore).
  • Terapkan Boolean operators, truncation, dan MeSH terms.
  • Catat tanggal pencarian dan filter yang digunakan.

4. Screening & Seleksi Artikel

  • Gunakan software (Rayyan, Covidence) untuk title–abstract screening dan full-text review.
  • Dua penilai independen + penyelesaian konflik oleh penilai ketiga.
  • Dokumentasikan alasan eksklusi.

5. Ekstraksi Data

  • Buat data extraction sheet (Excel/Google Sheets).
  • Informasi utama: penulis, tahun, desain studi, ukuran sampel, hasil utama.
  • Simpan file dalam repositori (Zenodo/OSF) untuk akses terbuka.

6. Penilaian Kualitas (Risk of Bias)

  • Gunakan alat sesuai desain studi:
    • RCT → Cochrane RoB 2.0.
    • Observasional → Newcastle–Ottawa Scale.
    • Kualitatif → CASP.

7. Sintesis Data

  • Kuantitatif: meta-analisis (fixed/random effects, forest plot).
  • Kualitatif: thematic synthesis, meta-aggregation.
  • Mixed: narrative synthesis + joint display.

8. Flow Diagram PRISMA 2025

Diagram alur wajib menampilkan:

  • Jumlah hasil pencarian
  • Artikel yang disaring
  • Artikel yang dieksklusi (dengan alasan)
  • Artikel yang dianalisis

PRISMA 2025 menambahkan kolom “AI/automation-assisted screening” bila digunakan.

9. Laporan Akhir

Pastikan mencakup 4 bagian inti:

  1. Pendahuluan: latar belakang, tujuan, protokol.
  2. Metode: strategi pencarian, kriteria, risk of bias.
  3. Hasil: diagram PRISMA, tabel studi, sintesis.
  4. Diskusi & Kesimpulan: keterbatasan, implikasi, agenda riset lanjutan.

Kesalahan Umum & Cara Menghindarinya

  1. Tidak mendaftarkan protokol.
  2. Pencarian literatur tidak sistematis (hanya 1 database).
  3. Tidak mendokumentasikan alasan eksklusi artikel.
  4. Flow diagram tidak sesuai standar PRISMA.
  5. Tidak melakukan penilaian kualitas studi.

Konsultasi RisetMaster.id

Ingin memastikan SLR atau Scoping Review Anda sesuai standar PRISMA 2025? Tim RisetMaster.id siap membantu dari tahap protokol, strategi pencarian, hingga penyusunan flow diagram dan checklist. Dengan pendampingan yang tepat, peluang publikasi di jurnal bereputasi semakin besar.