Memilih Metode Penelitian yang Tepat: Kualitatif, Kuantitatif, atau Mixed?

Bagian tersulit dari sebuah riset bukan hanya menulis, tetapi menentukan metode penelitian yang paling tepat. Salah memilih metode bisa berujung pada hasil yang tidak valid atau bahkan ditolak jurnal. Artikel ini akan membahas cara memilih antara kualitatif, kuantitatif, atau mixed methods, lengkap dengan contoh, kelebihan–kekurangan, serta panduan praktis yang bisa langsung Anda terapkan.


Mengapa Pemilihan Metode Itu Penting?

Metode penelitian adalah “jalan” yang menentukan bagaimana Anda menjawab pertanyaan riset. Dengan metode yang tepat:

  • Pertanyaan riset bisa dijawab secara meyakinkan.
  • Data yang dikumpulkan relevan dan bisa diolah dengan benar.
  • Artikel lebih mudah diterima jurnal internasional karena sesuai standar pelaporan (SRQR, CONSORT, STROBE, GRAMMS).

Perbedaan Utama: Kualitatif vs Kuantitatif vs Mixed

AspekKualitatifKuantitatifMixed
TujuanMemahami makna & pengalamanMengukur, menguji hipotesis, generalisasiGabungan eksplorasi & pengujian
Pertanyaan“Mengapa?” / “Bagaimana?”“Berapa?” / “Apakah berpengaruh?”Kedua jenis pertanyaan
DataWawancara, observasi, dokumenAngka, kuesioner, eksperimenKombinasi teks + angka
AnalisisTematik, naratifStatistik (uji-t, ANOVA, regresi, SEM)Integrasi keduanya (joint display)
OutputTeori, kerangka konseptualGeneralisasi, pengukuran efekTeori + generalisasi

Pohon Keputusan

  1. Pertanyaan riset Anda apa?
    • Mengapa/bagaimana → Kualitatif
    • Berapa/apakah berpengaruh → Kuantitatif
    • Gabungan keduanya → Mixed
  2. Literatur sudah matang atau masih minim?
    • Minim → Kualitatif
    • Sudah matang → Kuantitatif
  3. Apa output yang Anda butuhkan?
    • Teori/kerangka → Kualitatif
    • Angka & generalisasi → Kuantitatif
    • Keduanya → Mixed

Desain yang Paling Sering Digunakan

1. Kualitatif

  • Fenomenologi → pengalaman hidup pasien, guru, atau komunitas.
  • Studi kasus → mendalami 1 organisasi/sekolah/rumah sakit.
  • Grounded theory → membangun teori baru dari data lapangan.

2. Kuantitatif

  • Eksperimen → uji pengaruh intervensi.
  • Survey cross-sectional → analisis hubungan variabel sekali waktu.
  • Cohort → ikuti kelompok dalam periode tertentu.

3. Mixed Methods

  • Explanatory sequential (QUAN→QUAL) → hasil survei dijelaskan dengan wawancara.
  • Exploratory sequential (QUAL→QUAN) → wawancara menghasilkan instrumen survei.
  • Convergent → data kualitatif & kuantitatif dikumpulkan bersamaan.

Ukuran Sampel

  • Kualitatif: 12–20 wawancara sering cukup untuk saturasi.
  • Survey/regresi: minimal 50 + 8m (m = jumlah variabel prediktor).
  • Eksperimen: tentukan lewat power analysis (umumnya power = 0,80).

Checklist Cepat Pemilihan Metode

  • Pertanyaan riset sudah jelas
  • Tujuan penelitian terdefinisi (eksplorasi/konfirmasi)
  • Data yang dibutuhkan bisa diakses
  • Tim dan software tersedia (NVivo/Atlas.ti atau SPSS/R/PLS)
  • Standar pelaporan sudah dipilih (SRQR/CONSORT/STROBE/GRAMMS)

Kesalahan Umum

  1. Memilih metode hanya ikut tren, bukan berdasarkan pertanyaan.
  2. Mixed tanpa alasan integrasi (jadi 2 studi terpisah).
  3. Instrumen survei tidak divalidasi.
  4. Wawancara kualitatif tanpa audit trail.
  5. Generalisasi berlebihan dari sampel kecil.

Penutup

Tidak ada metode yang “paling benar”. Yang ada adalah metode yang paling sesuai dengan pertanyaan dan tujuan riset Anda. Kuasai logika pemilihan metode, lalu sesuaikan dengan sumber daya dan target jurnal.


Konsultasi RisetMaster.id

Masih bingung memilih metode penelitian? RisetMaster.id siap membantu Anda menyusun brief metodologi yang tepat, lengkap dengan template instrumen, analisis, dan standar pelaporan sesuai jurnal target Scopus. Hubungi kami untuk sesi pendampingan riset yang lebih terarah.