Apa Isi Introduction Artikel Ilmiah & Cara Menyusunnya

Tujuan Introduction

Mengarahkan pembaca dari konteks umum ke kesenjangan (gap), lalu ke tujuan dan kontribusi studi Anda. Idealnya sepanjang 10–15% dari total naskah (fleksibel menurut bidang/jurnal).


Elemen Wajib (urut logis)

  1. Konteks & pentingnya topik
    Fakta ringkas, definisi kunci, dan tren/angka seperlunya.
  2. Ringkasan singkat riset terdahulu
    Kelompokkan temuan utama (bukan daftar satu per satu).
  3. Keterbatasan/kontradiksi/gap
    Nyatakan apa yang belum terjawab dan mengapa itu penting.
  4. Tujuan/pertanyaan riset & (bila perlu) hipotesis
    Spesifik, terukur, sesuai desain.
  5. Kontribusi artikel
    Teoretik, metodologis, atau praktis—jelas dan dapat diaudit.
  6. Struktur naskah (opsional, 1 kalimat)
    “Bagian 2 memaparkan…, Bagian 3….”

“Formula” yang Praktis

C–G–A–C

  • C (Context): latar/urgensi topik
  • G (Gap): celah spesifik pada literatur/praktik
  • A (Aim): tujuan/pertanyaan riset/hipotesis
  • C (Contribution): apa yang baru/bernilai dari studi Anda

Contoh kalimat pembuka:
“Meskipun [topik] menunjukkan [tren/angka penting], literatur masih belum menjelaskan [aspek X] pada [konteks/populasi].”


Kerangka Paragraf (siap pakai)

  • Paragraf 1 — Konteks: definisi, ruang lingkup, dan urgensi (1–2 referensi kuat).
  • Paragraf 2 — Peta singkat literatur: 2–3 alur tematik (bukan katalog referensi).
  • Paragraf 3 — Gap jelas: keterbatasan spesifik (metode, data, konteks, teori).
  • Paragraf 4 — Tujuan & kontribusi: satu kalimat tujuan + 2–3 butir kontribusi.
  • Paragraf 5 — (Opsional) Struktur naskah.

Template Paragraf (isi kurung siku)

P1 (Konteks):
[Fenomena/angka] pada [bidang/konteks] menegaskan pentingnya [topik] karena [dampak/risiko/manfaat].

P2 (Literatur):
Studi sebelumnya menunjukkan [temuan A] dan [temuan B]; pendekatan [metode/alat] umum dipakai untuk [tujuan].

P3 (Gap):
Namun, [keterbatasan spesifik—mis. bias, data kecil, boundary, generalisasi] sehingga [pertanyaan/aspek] belum terjawab, terutama pada [konteks/populasi].

P4 (Aim & Kontribusi):
Studi ini bertujuan [tujuan utama] dengan [desain/metode/dataset]. Kontribusi kami: (i) [baru/teori/metode], (ii) [evaluasi/metrik], (iii) [implikasi praktis/kebijakan].

P5 (Opsional):
Bagian selanjutnya memaparkan [Methods], [Results], dan [Discussion].


Contoh Mini

Kuantitatif (observasional):
Telemedicine meningkat pesat di layanan primer, namun dampaknya pada kepatuhan terapi masih bervariasi antar studi. Penelitian terdahulu menyoroti peran pengingat digital dan kualitas konsultasi sinkron, tetapi keterbatasan desain potong lintang dan pengukuran kepatuhan yang heterogen menyulitkan generalisasi. Gap muncul pada populasi klinik rural dengan komorbiditas tinggi. Studi ini bertujuan mengukur asosiasi intensitas telemedicine dengan kepatuhan terapi pada pasien hipertensi di klinik rural (desain potong lintang, regresi multivariat). Kontribusi: definisi operasional kepatuhan yang konsisten, kontrol komorbiditas, dan estimasi ukuran efek yang relevan kebijakan.

Kualitatif:
Adopsi AI klinis kerap terhambat persepsi tenaga kesehatan tentang keamanan dan beban kerja. Literatur menunjukkan faktor penerimaan yang beragam, tetapi pengalaman langsung di Instalasi Gawat Darurat (IGD) belum banyak dieksplorasi. Gap ada pada pemahaman proses sense-making petugas IGD saat memakai alat triase berbasis AI. Studi ini bertujuan memahami makna dan proses penerimaan melalui wawancara mendalam dan thematic analysis. Kontribusi: model konseptual faktor penerimaan di IGD dan rekomendasi implementasi.


Do & Don’t

Do

  • Gunakan angka/fakta minimal yang relevan (bukan statistik parade).
  • Kelompokkan literatur berdasar tema/metode, bukan per artikel.
  • Nyatakan gap spesifik (apa, di mana, mengapa penting).
  • Pastikan aim selaras dengan metode yang akan Anda laporkan.

Don’t

  • Jangan membahas hasil studi Anda di Introduction.
  • Hindari klaim generik: “masih sedikit penelitian” tanpa bukti.
  • Hindari tumpukan sitasi yang tidak dirangkum.
  • Jangan melebih-lebihkan kontribusi (biarkan Results/Discussion membuktikan).

Checklist 8-Poin (sebelum lanjut ke Methods)

  • Konteks singkat & relevan
  • Ringkasan literatur terstruktur (2–3 tema)
  • Gap spesifik dan penting
  • Tujuan/pertanyaan riset jelas; hipotesis bila perlu
  • Kontribusi teoretik/metodik/praktik eksplisit
  • Istilah kunci didefinisikan
  • Alur paragraf lancar (transisi “namun/meski demikian/oleh karena itu”)
  • Panjang sesuai kebijakan jurnal

Tips Cepat Penyusunan (30–45 menit)

  1. Tulis 3 poin: (a) kenapa topik penting, (b) apa yang sudah kita tahu, (c) apa yang belum.
  2. Susun gap statement 2–3 kalimat.
  3. Ubah gap → tujuan + kontribusi (bullet pendek).
  4. Rapikan jadi 4–5 paragraf, tambahkan 8–15 sitasi kunci terbaru.
  5. Baca ulang: kalimat pertama tiap paragraf harus “membawa alur” ke tujuan.

Leave a Comment