A. Framework 3-Lapisan Memilih Jurnal
Lapisan 1 – Validasi Indeksasi
- Cek di Scopus Sources: judul, penerbit, status cakupan (termasuk bila coverage discontinued), ISSN/e-ISSN.
- Lakukan cross-check dengan SJR/Scimago (quartile, scope) dan CiteScore (tren sitasi), serta DOAJ bila open access.
- Verifikasi Crossref (prefix penerbit) dan ISSN Portal untuk konsistensi metadata.
Lapisan 2 – Kredibilitas & Keberlanjutan
- Telusuri publisher portfolio: kualitas jurnal lain, riwayat etika, dan stabilitas operasional.
- Evaluasi Editorial Board: afiliasi jelas, profil akademik valid, editorial leadership kuat.
- Tinjau kebijakan peer-review, author guidelines, APC (jika OA), retention/archiving policy.
Lapisan 3 – Kecocokan Naskah (Fit)
- Bandingkan topik Anda dengan artikel 2–3 tahun terakhir di jurnal target.
- Cocokkan jenis artikel (original, review, short communication), metodologi, dan komunitas pembaca.
- Audit novelty dan value proposition Anda terhadap fokus jurnal.
B. 15 Red Flag Jurnal Predator (atau Meragukan)
- Klaim “indexed in Scopus” tanpa jejak di Scopus Sources.
- Fast publication 3–7 hari dengan jaminan “accepted”.
- APC tidak transparan / diminta via email pribadi / non-institusional.
- Domain email editor gratisan (gmail/yahoo) untuk korespondensi resmi.
- Aims & Scope terlalu luas dan generik lintas disiplin.
- Call for Papers agresif via spam email, nada mendesak.
- Situs memakai template generik tanpa journal imprint, arsip edisi tidak konsisten.
- Editorial Board fiktif/duplikasi, profil tidak bisa diverifikasi.
- Artikel terbit sangat banyak per edisi, variasi topik ekstrem.
- Plagiarisme atau peer review tak jelas, turnaround time tidak realistis.
- Alamat penerbit tidak jelas/berubah-ubah.
- Scope creep: awalnya bidang X, lalu menampung segala bidang.
- ISSN tidak cocok antara website vs indeks resmi.
- Menyalahgunakan logo Scopus/Elsevier atau COPE tanpa keanggotaan/izin.
- Ada catatan discontinued di indeks namun tetap mengaku aktif.
C. Prosedur Verifikasi Praktis (Langkah-demi-Langkah)
- Cari judul jurnal di Scopus Sources → simpan publisher, ISSN, subject area, dan status coverage.
- Bandingkan dengan SJR/Scimago (quartile) dan CiteScore (tren 3–4 tahun).
- Untuk OA, cek di DOAJ (kebijakan lisensi, APC, peer-review).
- Cocokkan ISSN di ISSN Portal; periksa prefix Crossref.
- Buka website jurnal:
- Author Guidelines, Peer-review policy, Ethical statement;
- APC & waiver policy;
- Editorial board (cek di Google Scholar/Scopus untuk keabsahan).
- Audit 10 artikel terbaru: topik, mutu penulisan, sitasi, dan reproducibility (data/code sharing).
- Jika ragu, lakukan pre-submission inquiry (bila diperbolehkan) untuk uji fit.
D. Menghindari Desk Reject: Checklist 12 Poin
- Aim & Scope cocok (buktikan dengan 5–8 sitasi dari jurnal target di naskah Anda).
- Kontribusi/novelty jelas di abstrak dan pendahuluan (2–3 kalimat tajam).
- Judul–abstrak–keyword sinkron; kata kunci mengikuti terminologi jurnal.
- Struktur IMRaD rapi; alur argumen logis; tidak overpromise di abstrak.
- Etika (IRB/consent), Data Availability, COI, Funding tertulis jelas.
- Gambar/tabel tajam (≥300 dpi), caption informatif, standar pelaporan (PRISMA/CONSORT/STROBE jika relevan).
- Bahasa Inggris bersih (proofread), kalimat ringkas, istilah konsisten.
- Referensi terkini & relevan (5 tahun terakhir dominan), DOI lengkap, style sesuai jurnal.
- Panjang naskah sesuai batas; supplementary disiapkan bila perlu.
- Cover letter kustom, menjelaskan fit dan kontribusi unik.
- Potensial reviewer (opsional) tanpa konflik kepentingan, email institusi.
- Cek kemiripan (Turnitin/iThenticate) di bawah ambang yang wajar.
Butuh shortlist jurnal yang benar-benar cocok dan aman dari predator? Tim RisetMaster.id siap menyusun journal fit report (indeksasi, quartile, scope, publisher credibility) + desk‑reject risk audit berdasarkan naskah Anda. Dapatkan rekomendasi 3–5 jurnal dengan pros & cons yang jelas.

