Perbedaan Jurnal Scopus Q1, Q2, Q3, Q4 dan Strategi Memilihnya

Bagi peneliti dan akademisi, Scopus adalah salah satu basis data jurnal ilmiah terbesar dan paling bergengsi di dunia.
Salah satu fitur penting Scopus adalah kuartil jurnal (Q1, Q2, Q3, Q4) yang sering dijadikan patokan kualitas publikasi.

Artikel ini membahas:

  • Perbedaan jurnal Q1, Q2, Q3, Q4
  • Cara memeriksa kuartil jurnal di Scopus
  • Strategi memilih kuartil yang tepat untuk publikasi

1. Apa Itu Kuartil Jurnal (Q1–Q4)?

Kuartil adalah pengelompokan jurnal berdasarkan peringkat dalam bidangnya, biasanya diukur menggunakan SJR (SCImago Journal Rank) atau metrik serupa.
Jurnal dalam suatu bidang diurutkan dari yang SJR tertinggi hingga terendah, lalu dibagi menjadi empat kelompok:

  • Q1 → 25% jurnal teratas
  • Q2 → 25% berikutnya
  • Q3 → 25% berikutnya
  • Q4 → 25% terbawah

Contoh: Jika bidang “Computer Science” memiliki 400 jurnal terindeks Scopus, maka Q1 mencakup 100 jurnal teratas, Q2 berikutnya 100 jurnal, dan seterusnya.


2. Perbedaan Jurnal Scopus Q1, Q2, Q3, Q4

KuartilPosisi di Bidang IlmuCiri UmumTingkat Kompetisi
Q125% teratasFaktor dampak & SJR tinggi, reputasi global kuat, proses review ketatSangat tinggi
Q225% berikutnyaReputasi baik, proses review tetap ketat, umumnya akses lebih cepat dari Q1Tinggi
Q325% berikutnyaFokus lebih sempit, umumnya regional, kualitas masih terjagaMenengah
Q425% terbawahSJR rendah, sering jurnal baru atau niche sangat spesifikRendah–Menengah

Catatan: Kuartil tidak selalu mencerminkan kualitas isi artikel, tapi lebih pada peringkat relatif jurnal dalam kategori tertentu.


3. Cara Mengecek Kuartil Jurnal

Ada dua cara utama:

a) Melalui SCImago Journal Rank (SJR)

  1. Buka https://www.scimagojr.com
  2. Ketik nama jurnal di kolom pencarian
  3. Lihat SJR dan kuartil (Q1–Q4) per kategori bidang
  4. Perhatikan bahwa satu jurnal bisa punya kuartil berbeda di bidang yang berbeda

b) Melalui Scopus

  1. Masuk ke https://www.scopus.com/sources
  2. Cari nama jurnal
  3. Lihat CiteScore, SJR, SNIP, dan kuartil

4. Strategi Memilih Jurnal Berdasarkan Kuartil

Pemilihan kuartil yang tepat tergantung pada:

  • Tujuan publikasi (misalnya, syarat kenaikan jabatan atau hibah)
  • Kesiapan naskah (novelty, kekuatan metodologi, hasil signifikan)
  • Batasan waktu (Q1/Q2 biasanya proses review lebih lama)

Rekomendasi:

  • Jika target reputasi internasional & syarat hibah tinggi: bidik Q1/Q2.
  • Jika butuh publikasi lebih cepat tapi tetap bereputasi: pertimbangkan Q2/Q3.
  • Jika fokus ke komunitas lokal atau niche spesifik: Q3/Q4 bisa relevan, terutama jika pembaca target memang dari segmen itu.

5. Tips Memperbesar Peluang Diterima di Jurnal Kuartil Tinggi

  1. Perkuat novelty: Pastikan penelitian Anda menjawab gap yang jelas.
  2. Gunakan referensi terbaru: Utamakan sumber 5 tahun terakhir.
  3. Ikuti author guidelines: Patuhi format dan gaya sitasi jurnal.
  4. Tulis abstrak dan judul yang kuat: Harus jelas, padat, dan menarik.
  5. Rekomendasi reviewer: Beberapa jurnal memberi opsi menyarankan reviewer yang relevan.

6. Kesalahan Umum Saat Memilih Jurnal

  • Mengandalkan kuartil tanpa cek scope jurnal
  • Mengabaikan waktu review & biaya APC (Article Processing Charge)
  • Tidak memeriksa kebijakan open access
  • Mengira Q1 otomatis lebih cocok padahal topiknya bisa tidak relevan

Kesimpulan

Perbedaan Q1, Q2, Q3, Q4 terletak pada peringkat relatif jurnal dalam bidangnya.
Pilih jurnal berdasarkan relevansi topik, tujuan publikasi, dan strategi karier akademik—bukan hanya kuartil.
Dengan strategi yang tepat, publikasi di kuartil berapa pun bisa tetap berdampak tinggi jika dibaca dan disitasi oleh audiens yang tepat.