Bagi peneliti, sitasi bukan sekadar angka di profil Google Scholar atau Scopus. Sitasi adalah pengakuan akademik yang menunjukkan bahwa karya Anda relevan, bermanfaat, dan dijadikan rujukan oleh komunitas ilmiah.
Namun, mendapatkan sitasi bukan soal meminta, melainkan soal menyajikan karya yang layak disitasi dan memastikan karya tersebut mudah ditemukan.
Artikel ini membahas teknik mendapatkan sitasi secara etis dan berkelanjutan, mulai dari tahap penulisan hingga promosi pascapublikasi.
1. Memulai dari Judul yang Menarik dan Informatif
Judul adalah pintu masuk pertama yang menentukan apakah peneliti lain akan membaca artikel Anda. Judul yang efektif:
- Menyebutkan metode dan objek penelitian
- Menyertakan kata kunci domain
- Menghindari istilah terlalu umum
Contoh:
❌ “Analisis Jaringan”
✅ “Analisis Jaringan Sosial pada Penyebaran Informasi Kesehatan di Media Sosial Menggunakan Algoritma Louvain”
2. Menulis Abstrak yang “Citable”
Abstrak adalah ringkasan nilai dari penelitian Anda. Struktur yang direkomendasikan:
- Latar belakang – Mengapa penelitian ini penting
- Tujuan – Apa yang ingin dicapai
- Metode – Bagaimana penelitian dilakukan
- Hasil utama – Temuan paling signifikan
- Implikasi – Manfaat bagi bidang tersebut
Jangan lupa sisipkan kata kunci relevan secara natural agar mudah terindeks oleh mesin pencari ilmiah.
3. Mengoptimalkan Kata Kunci dan Metadata
Mesin pencari seperti Google Scholar, Scopus, Web of Science menggunakan kata kunci untuk mengindeks dan menghubungkan artikel Anda ke topik tertentu.
Gunakan:
- Kata kunci umum (misalnya: “machine learning”, “public health”)
- Kata kunci spesifik (misalnya: “transfer learning for medical image segmentation”)
- Istilah sinonim untuk menjangkau pencarian yang lebih luas
4. Memilih Jurnal yang Tepat
Memublikasikan di jurnal yang tepat sasaran lebih penting daripada sekadar mengejar faktor dampak tinggi.
Pilih jurnal dengan:
- Aims & Scope sesuai topik penelitian Anda
- Pembaca aktif di bidang yang sama
- Kebijakan open access atau green open access untuk mempermudah akses
5. Mempublikasikan Versi Preprint
Banyak peneliti mengakses preprint server seperti:
- arXiv (untuk fisika, matematika, komputer)
- bioRxiv / medRxiv (untuk biologi dan medis)
- OSF Preprints (lintas bidang)
Preprint membuat artikel Anda bisa dibaca lebih awal bahkan sebelum proses peer review selesai, sehingga peluang sitasi lebih cepat muncul.
6. Menyediakan Data dan Kode Penelitian
Artikel yang menyertakan:
- Dataset publik dengan DOI
- Kode sumber (misalnya di GitHub dengan Zenodo DOI)
- Model atau skrip siap pakai
… biasanya lebih sering disitasi karena peneliti lain dapat langsung mereplikasi atau mengembangkan penelitian Anda.
7. Membangun Jejak Digital Peneliti
Perkuat identitas akademik dengan:
- ORCID – ID unik peneliti
- Google Scholar – Menampilkan semua publikasi dan sitasi
- ResearchGate / Academia.edu – Untuk berbagi full text (jika diizinkan jurnal)
8. Melakukan Promosi Pascapublikasi
Meningkatkan sitasi tidak cukup dengan memublikasikan artikel, Anda perlu membawa artikel ke pembaca yang tepat:
- Bagikan ringkasan di LinkedIn, Twitter/X, dan forum akademik
- Presentasikan di seminar/webinar
- Kirimkan research digest ke kolaborator atau mailing list komunitas
Tips: Gunakan format “thread” atau infografik untuk menjelaskan inti penelitian dengan visual yang menarik.
9. Menulis Artikel Review atau Survey
Artikel review sering memiliki sitasi lebih tinggi karena menjadi pintu masuk bagi peneliti baru di bidang tersebut.
Jika memungkinkan, kombinasikan:
- Analisis bibliometrik
- Tinjauan literatur sistematis (SLR)
10. Kolaborasi dan Jejaring Riset
Bekerja sama dengan peneliti dari institusi atau negara berbeda dapat memperluas jaringan pembaca dan peluang sitasi.
Publikasi bersama cenderung menjangkau lebih banyak audiens karena dibagikan oleh semua penulis.
Kesimpulan
Mendapatkan sitasi adalah hasil dari kualitas penelitian dan strategi penyebaran informasi yang tepat.
Dengan memadukan optimasi naskah, pemilihan media publikasi, dan promosi pascapublikasi, sitasi akan meningkat secara alami dan berkelanjutan.
Ingat: Fokus utama tetap pada kualitas dan relevansi penelitian. Sitasi hanyalah efek samping positif dari karya yang bermanfaat.

