Analisis bibliometrik adalah analisis kuantitatif publikasi ilmiah untuk memetakan tren, kolaborasi, dan struktur pengetahuan. Artikel ini merangkum konsep inti, metode, tools, dan workflow 10 langkah yang bisa kamu tiru.
Apa Itu Analisis Bibliometrik?
Analisis bibliometrik memanfaatkan metadata publikasi (judul, abstrak, kata kunci, referensi, sitasi) untuk:
- Performance analysis: produktivitas & dampak (penulis, institusi, negara, jurnal).
- Science mapping: struktur/tema ilmu melalui co-word, co-authorship, co-citation, dan bibliographic coupling.
Kapan Dipakai & Untuk Apa?
- Memetakan state of the art dan mengidentifikasi research gap.
- Mendukung SLR/Scoping Review dengan peta tema & evolusinya.
- Menyusun strategi publikasi (jurnal target, kolaborasi potensial).
- Evaluasi kinerja kelompok riset atau institusi.
Sumber Data & Ekspor
- Scopus, Web of Science, Dimensions, Crossref/OpenAlex.
- Ekspor field minimal: title, abstract, author keywords, authors, affiliations, source title, year, references, citations, DOI.
- Tentukan rentang tahun, jenis dokumen (article/review), bahasa, dan bidang.
Metode Utama
- Co-word / Co-occurrence (kata kunci): peta tema & thematic clusters.
- Co-authorship: jejaring kolaborasi penulis/institusi/negara.
- Co-citation: karya/penulis/jurnal yang sering disitasi bersamaan (pohon teori).
- Bibliographic coupling: kedekatan dokumen berdasarkan daftar referensi yang tumpang tindih (tren terkini).
- Indikator umum: publikasi/tahun, sitasi/tahun, h-index, g-index, Lotka/Bradford/Zipf (opsional).
Tools Populer
- Bibliometrix (R) / Biblioshiny (UI): lengkap, reproduksibel, thematic evolution, conceptual structure.
- VOSviewer: peta jaringan & cluster yang estetis, cepat untuk co-word/co-citation.
- CiteSpace: burst detection, landmark references, temporal view.
- Gephi/SciMAT: kustomisasi graf dan strategic diagrams.

