Kualitatif dipilih ketika Anda ingin memahami makna, proses, dan konteks—bukan sekadar mengukur “berapa besar” efek. Ia cocok untuk menggali pengalaman, motivasi, narasi, praktik, dan dinamika sosial yang sulit direduksi menjadi angka.
Alasan Utama (ringkas & bisa dipakai di proposal)
- Sifat pertanyaan riset: fokus pada “bagaimana” dan “mengapa”, bukan “berapa”.
- Kebutuhan kedalaman: perlu cerita, contoh kasus, nuansa bahasa, emosi, atau interaksi.
- Fenomena kompleks/baru: topik belum mapan, butuh teori/konsep baru (theory building).
- Konteks sangat menentukan: makna perilaku/policy bergantung budaya, institusi, atau setting.
- Proses & perubahan: ingin memetakan tahapan, aktor, negosiasi, hambatan/pendorong.
- Populasi sulit dijangkau/minoritas: data kuantitatif tak memadai, perlu purposive/snowball.
- Evaluasi implementasi: memahami why it works/doesn’t work (mechanism, context, outcome).
- Etik & sensitivitas: topik peka (kesehatan, hukum, kebijakan) butuh empati & participant voice.
- Triangulasi dan eksplorasi: untuk merancang instrumen kuantitatif atau melengkapi temuan angka.
- User-centered design/UX: butuh insight mendalam untuk perbaikan layanan/produk.
Kapan “sangat tepat”
- Kesehatan: pengalaman pasien/tenaga kesehatan terhadap adopsi AI klinis, beban kerja, atau penerimaan teknologi.
- Pendidikan: persepsi dosen/mahasiswa tentang etika AI dan kebijakan plagiarisme.
- Hukum & kebijakan: bagaimana aktor memaknai governance AI, kepatuhan, dan celah regulasi.
- Teknologi publik: kepercayaan pengguna pada e-voting berbasis blockchain, faktor penerimaan/penolakan.
Cara Menulis Justifikasi (struktur 4 kalimat)
- Nyatakan kesenjangan literatur atau kompleksitas fenomena.
- Tegaskan tujuan: memahami makna/proses/konteks.
- Jelaskan kecocokan metode: wawancara mendalam/FGD/observasi/analisis dokumen.
- Sebut jaminan kredibilitas: triangulation, member checking, audit trail, dan data saturation.
Contoh paragraf
“Fenomena yang diteliti bersifat kompleks dan sangat dipengaruhi konteks institusional, sehingga diperlukan pemahaman mendalam tentang makna, motivasi, serta dinamika antarpemangku kepentingan. Penelitian ini bertujuan menjelaskan bagaimana dan mengapa praktik tersebut terbentuk, berubah, dan dipersepsikan. Pendekatan kualitatif dengan wawancara mendalam, FGD, dan analisis dokumen dipilih karena mampu menangkap narasi, proses, dan pengalaman yang tidak terjangkau oleh pengukuran kuantitatif. Kredibilitas data dijaga melalui triangulasi sumber/metode, member checking, audit trail, dan penghentian pengambilan data saat saturation tercapai.”
Risiko Umum & Mitigasi
- Bias peneliti → reflexive memo, peer debriefing.
- Generalisasi terbatas → tekankan transferability lewat deskripsi konteks tebal (thick description).
- Validitas temuan → triangulation, member checking, inter-coder agreement.
- Etika → persetujuan berinformasi, anonimisasi, perlindungan data.
Jika Butuh Angka Juga: Opsi Mixed Methods
- Exploratory (QUAL→quan): kualitatif dulu untuk memetakan tema, lalu kuantifikasi tema kunci.
- Explanatory (quan→QUAL): kualitatif menjelaskan temuan statistik yang “aneh/kontradiktif”.
- Embedded: kualitatif kecil tertanam dalam studi kuantitatif besar.
Checklist singkat (sebelum jalan)
- Pertanyaan riset berorientasi makna/proses.
- Strategi sampling: purposive/snowball, siapa & mengapa.
- Metode: wawancara/FGD/observasi/dokumen (jelas & terukur).
- Prosedur analisis: thematic analysis/grounded theory/content analysis.
- Keabsahan: triangulasi, member checking, audit trail.
- Etik: persetujuan, kerahasiaan, penyimpanan data.

