Author name: purwono@ieee.org

Alasan Memilih Penelitian Kuantitatif

Kuantitatif dipilih ketika tujuan riset adalah mengukur, menguji hipotesis, dan menyimpulkan secara general dari sampel ke populasi menggunakan angka dan statistik inferensial. Cocok untuk menjawab “berapa besar”, “seberapa kuat”, “apakah berpengaruh”. Alasan Utama (ringkas & siap pakai di proposal) Kapan “sangat tepat” Cara Menulis Justifikasi (struktur 4 kalimat) Contoh paragraf “Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif […]

Alasan Memilih Penelitian Kuantitatif Read More »

Alasan Memilih Penelitian Kualitatif

Kualitatif dipilih ketika Anda ingin memahami makna, proses, dan konteks—bukan sekadar mengukur “berapa besar” efek. Ia cocok untuk menggali pengalaman, motivasi, narasi, praktik, dan dinamika sosial yang sulit direduksi menjadi angka. Alasan Utama (ringkas & bisa dipakai di proposal) Kapan “sangat tepat” Cara Menulis Justifikasi (struktur 4 kalimat) Contoh paragraf “Fenomena yang diteliti bersifat kompleks

Alasan Memilih Penelitian Kualitatif Read More »

Cara Mencari Jurnal Internasional Gratis (legal & cepat)

Ada 5 jalur paling efektif buat akses artikel/jurnal internasional gratis secara legal: direktori open-access, mesin pencari & filter OA, server preprint per bidang, ekstensi browser pencari PDF bebas, dan akses via Perpusnas (untuk pengguna Indonesia). Di bawah ini langkah praktisnya. 1) Direktori & agregator open-access (mulai dari sini) 2) Mesin pencari + filter “Free full

Cara Mencari Jurnal Internasional Gratis (legal & cepat) Read More »

Jurnal Nasional Terakreditasi: Pengertian, Peringkat SINTA, dan Cara Mengeceknya

Apa itu “Jurnal Nasional Terakreditasi”? Jurnal nasional terakreditasi adalah jurnal ilmiah Indonesia yang telah dinilai dan diakui mutu tata kelolanya oleh Kementerian melalui sistem ARJUNA (Akreditasi Jurnal Nasional). Hasil penilaian dan peringkat akreditasi kemudian ditayangkan di portal SINTA (Science and Technology Index). Dengan kata lain: ARJUNA melakukan penilaian, SINTA menayangkan hasilnya. Peringkat Akreditasi SINTA (S1–S6)

Jurnal Nasional Terakreditasi: Pengertian, Peringkat SINTA, dan Cara Mengeceknya Read More »

Perbedaan Asisten Ahli, Lektor, Lektor Kepala, dan Guru Besar (Profesor)

Jenjang Jabatan Fungsional Dosen (JFD) menggambarkan tingkat kemandirian, kepakaran, dan kepemimpinan akademik dalam Tridarma. Secara resmi ada empat jenjang: Asisten Ahli → Lektor → Lektor Kepala → Profesor. Penegasan peran tiap jenjang, mekanisme promosi, serta rujukan tunjangan diatur dalam Permendikbudristek 44/2024. LLDIKTI Wilayah III Dasar Hukum Utama Peran & Kemandirian Tiap Jenjang 1) Asisten Ahli

Perbedaan Asisten Ahli, Lektor, Lektor Kepala, dan Guru Besar (Profesor) Read More »

Panduan Lengkap Jabatan Fungsional Dosen (JFD)

Jabatan Fungsional Dosen (JFD) adalah jenjang karier akademik yang menggambarkan level kompetensi, kinerja, dan kontribusi dosen dalam Tridarma Perguruan Tinggi. Regulasi terbarunya menata ulang status dosen, ruang lingkup kinerja, serta mekanisme karier dan penghasilan, membuat prosesnya lebih ringkas, digital, dan berbasis kinerja. Database Peraturan | JDIH BPK Dasar Hukum Terbaru Catatan penting: kebijakan profesi dosen

Panduan Lengkap Jabatan Fungsional Dosen (JFD) Read More »

Penyebab Umum Artikel Ditolak oleh Jurnal Ilmiah: Waspadai Hal Ini Sebelum Submit

Mendapatkan notifikasi bahwa artikel kita ditolak (rejected) oleh jurnal ilmiah bisa menjadi pengalaman yang mengecewakan, apalagi jika proses penulisan telah memakan waktu dan tenaga. Namun, penolakan adalah bagian wajar dari proses akademik — bahkan peneliti senior pun sering mengalaminya. Agar tidak mengalami penolakan yang bisa dihindari, penting untuk memahami penyebab umum artikel ditolak oleh jurnal

Penyebab Umum Artikel Ditolak oleh Jurnal Ilmiah: Waspadai Hal Ini Sebelum Submit Read More »

Berapa Lama Proses Publikasi di Jurnal Ilmiah? Ini Penjelasan Lengkapnya

Bagi banyak penulis akademik, salah satu pertanyaan penting saat mengirimkan artikel ke jurnal ilmiah adalah: berapa lama waktu yang dibutuhkan hingga artikel tersebut terbit? Jawaban atas pertanyaan ini tidak tunggal, karena proses publikasi tergantung pada berbagai faktor: reputasi jurnal, kualitas artikel, kecepatan reviewer, dan sistem editorial yang digunakan. Namun, secara umum, berikut adalah gambaran tahapan

Berapa Lama Proses Publikasi di Jurnal Ilmiah? Ini Penjelasan Lengkapnya Read More »

Apa Bedanya Editor, Reviewer, dan Author dalam Publikasi Jurnal Ilmiah?

Dalam proses publikasi jurnal ilmiah, terdapat tiga peran penting yang saling melengkapi: Editor, Reviewer, dan Author. Masing-masing memiliki tugas dan tanggung jawab yang berbeda, tetapi semua bekerja sama untuk menjaga kualitas, integritas, dan kredibilitas publikasi ilmiah. Berikut penjelasan lengkapnya: 1. Author (Penulis) Author adalah orang atau tim yang menulis dan mengirimkan artikel ilmiah ke jurnal.

Apa Bedanya Editor, Reviewer, dan Author dalam Publikasi Jurnal Ilmiah? Read More »

Proses Publikasi di Jurnal Ilmiah: Panduan Lengkap dari Naskah hingga Terbit

Publikasi artikel di jurnal ilmiah adalah langkah penting dalam menyebarkan hasil penelitian dan membangun reputasi akademik. Namun, proses ini tidak terjadi dalam semalam. Ada sejumlah tahapan yang harus dilalui oleh penulis sebelum artikelnya dapat diterbitkan di jurnal bereputasi seperti Scopus atau Web of Science. Berikut adalah langkah-langkah umum dalam proses publikasi artikel ilmiah: 1. Menentukan

Proses Publikasi di Jurnal Ilmiah: Panduan Lengkap dari Naskah hingga Terbit Read More »