Salah satu tantangan terbesar saat menulis skripsi, tesis, atau disertasi adalah bagaimana menyusun tinjauan pustaka (literature review). Banyak mahasiswa hanya menumpuk ringkasan artikel tanpa struktur yang jelas. Akibatnya, sulit menemukan research gap dan novelty penelitian.
Di sinilah peta konsep atau literature map berperan. Dengan membuat literature map, Anda bisa melihat hubungan antar-penelitian, membandingkan metode, menemukan kekosongan riset, hingga merancang arah penelitian Anda sendiri.
Apa Itu Literature Map?
Literature map adalah representasi visual dari kumpulan penelitian yang sudah ada, disusun dalam bentuk diagram atau peta. Ia berfungsi untuk:
- Memetakan tema utama dan subtema penelitian.
- Menunjukkan keterkaitan antar-penelitian.
- Membantu menemukan research gap.
- Memberi gambaran arah penelitian yang jelas.
Mengapa Literature Map Penting?
Tanpa literature map, tinjauan pustaka hanya berupa daftar ringkasan artikel. Dengan peta, Anda bisa:
- Melihat tren riset terbaru secara cepat.
- Menyusun argumen kenapa penelitian Anda penting.
- Menunjukkan posisi penelitian Anda dalam konteks global.
Langkah-Langkah Membuat Literature Map
- Kumpulkan Artikel Relevan
Cari artikel dari Scopus, Google Scholar, atau PubMed sesuai topik penelitian. - Identifikasi Tema Utama
Kelompokkan artikel berdasarkan tema atau variabel utama. Misalnya: machine learning untuk kesehatan, pendekatan deep learning, metode klasik statistik. - Tentukan Subtema
Dari setiap tema, buat cabang ke subtema. Misalnya: dalam deep learning, subtema bisa berupa CNN, Transformer, GAN. - Buat Hubungan Antar Penelitian
Tarik garis atau panah untuk menunjukkan keterkaitan. Misalnya penelitian A melengkapi penelitian B, atau penelitian C menyelesaikan kelemahan penelitian D. - Temukan Gap
Dari peta itu, perhatikan bagian yang kosong—itulah celah yang bisa Anda isi.
Tools untuk Membuat Literature Map
- Manual: Mind map di kertas atau whiteboard.
- Digital Gratis: XMind, Miro, LucidChart.
- Khusus Penelitian: Connected Papers, Research Rabbit.
Dengan tools ini, Anda bisa membuat peta lebih rapi dan mudah diperbarui.
Contoh Naratif
Bayangkan Anda meneliti tentang AI untuk kesehatan. Dari literatur, ada yang fokus pada diagnosis penyakit, ada juga yang membahas prediksi risiko, sementara sebagian besar menggunakan dataset terbatas dari rumah sakit besar. Dari literature map, Anda bisa melihat bahwa penelitian AI untuk penyakit langka masih jarang—itulah research gap yang bisa Anda angkat.
Penutup
Membuat literature map bukan sekadar tugas tambahan, melainkan investasi untuk memperjelas arah penelitian Anda. Dengan peta konsep, Anda tidak lagi tersesat dalam ratusan artikel, tetapi tahu persis di mana posisi riset Anda.
Jika Anda ingin bimbingan lebih lanjut dalam membuat literature map yang efektif untuk penelitian skripsi, tesis, atau disertasi, tim RisetMaster.id siap membantu Anda.
👉 Konsultasi penelitian online

